5 Makanan yang Bisa Meningkatkan Risiko Stroke
12 Agustus 2026
Waspadai Makanan Tinggi Garam yang Bisa Membuat Tekanan Darah Naik
Bapak/Ibu, pernah merasa makanan yang kita konsumsi sehari-hari ternyata mengandung garam jauh lebih banyak dari yang kita kira?
Bukan hanya garam dapur yang perlu diperhatikan. Banyak makanan kemasan, bumbu, camilan, hingga makanan yang terlihat “biasa saja” ternyata mengandung cukup banyak natrium (sodium).
Masalahnya, terlalu banyak natrium dapat meningkatkan tekanan darah. Jika tekanan darah tinggi berlangsung terus-menerus dan tidak dikendalikan, risiko terkena penyakit jantung dan stroke juga ikut meningkat.
Stroke sendiri bisa terjadi karena pembuluh darah di otak tersumbat atau karena pembuluh darah pecah dan mengalami perdarahan.
Jadi, bukan berarti satu kali makan makanan asin langsung menyebabkan stroke. Yang perlu kita waspadai adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam secara berlebihan, terutama jika sudah memiliki tekanan darah tinggi.
Lalu, makanan apa saja yang perlu kita batasi?
1. Saus Botolan, Bumbu Instan, dan Penyedap
Kecap, saus, kaldu instan, bumbu racik, dan berbagai penyedap memang membuat makanan terasa lebih nikmat.
Namun, beberapa produk tersebut dapat mengandung natrium cukup tinggi.
Yang sering menjadi masalah adalah kita tidak merasa sedang makan banyak garam karena rasa asinnya tidak selalu terasa kuat.
Tips: gunakan secukupnya dan biasakan membaca informasi kandungan natrium pada label kemasan.
2. Ikan Asin, Telur Asin, dan Makanan Asinan
Makanan seperti ikan asin, telur asin, acar, dan berbagai makanan yang diawetkan dengan garam memang sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari banyak keluarga.
Tetapi kandungan garamnya bisa tinggi.
Jika terlalu sering dikonsumsi, asupan natrium harian dapat dengan mudah berlebihan dan berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah.
Bukan berarti harus langsung pantang. Kuncinya adalah membatasi jumlah dan frekuensinya.
3. Keripik dan Camilan Kemasan yang Gurih
Keripik, kerupuk, snack gurih, dan camilan kemasan memang sulit ditolak.
Apalagi kalau sudah membuka satu bungkus, sering kali tanpa sadar terus mengambil sampai habis.
Padahal, makanan ringan olahan dapat menjadi salah satu sumber natrium dalam makanan sehari-hari.
Tips sederhana: jangan makan langsung dari bungkus. Ambil secukupnya ke dalam wadah agar porsinya lebih mudah dikontrol.
4. Roti, Biskuit, dan Makanan Panggang Kemasan
“Lho, roti juga?”
Iya, karena natrium tidak hanya berasal dari garam dapur.
Roti, biskuit, crackers, dan berbagai makanan panggang dapat mengandung natrium. WHO juga menyebut roti dan makanan olahan sebagai salah satu sumber natrium yang perlu diperhatikan.
Jadi, bukan berarti roti harus dihindari. Yang penting adalah perhatikan porsinya dan jangan sampai asupan natrium dari berbagai makanan dalam sehari menumpuk tanpa kita sadari.
5. Makanan Kalengan dan Daging Olahan
Kornet, sarden, sup kalengan, daging olahan, dan makanan siap saji tertentu juga bisa mengandung natrium cukup tinggi.
Karena itu, biasakan melihat label gizi sebelum membeli.
Bandingkan beberapa produk dan pilih yang kandungan natriumnya lebih rendah jika tersedia.
---
Jadi, Berapa Banyak Garam yang Kita Butuhkan?
Menurut WHO, orang dewasa sebaiknya mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari, setara dengan kurang dari 5 gram garam atau sekitar satu sendok teh. Jumlah tersebut mencakup garam dari berbagai sumber makanan, bukan hanya garam yang kita tambahkan saat memasak.
Masalahnya, natrium bisa “tersembunyi” di banyak makanan.
Itulah sebabnya kita perlu lebih bijak memilih makanan, bukan sekadar mengurangi garam dapur.
Mulai dari hal kecil:
- Kurangi makanan yang terlalu asin.
- Batasi camilan dan makanan olahan.
- Gunakan saus, kecap, dan bumbu instan secukupnya.
- Lebihkan makanan segar seperti sayur dan buah.
- Biasakan membaca label kandungan natrium pada kemasan.
- Periksa tekanan darah secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko hipertensi.
Karena menjaga kesehatan bukan berarti tidak boleh makan enak.
Kita hanya perlu belajar memilih dan mengatur porsinya.
Dan satu hal penting: tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, jangan menunggu pusing atau keluhan lain baru memeriksa tekanan darah.
Bapak/Ibu, dari makanan di atas, mana yang paling sulit Anda kurangi? 😄
Coba tulis di kolom komentar. Siapa tahu jawaban Anda bisa menjadi pengingat bagi keluarga dan orang-orang yang kita sayangi.
Jaga pola makan hari ini, untuk kesehatan di kemudian hari.
