Leunca: Buah Hitam Kecil yang Sering Dikira Anggur Mini, Ternyata Kaya Gizi
29 Agustus 2026
Pernah melihat buah kecil berwarna hitam seperti pada foto di atas?
Sekilas, bentuknya memang mirip anggur versi mini. Ukurannya kecil, tumbuh bergerombol, dan ketika matang warnanya berubah menjadi hitam mengilap.
Tapi jangan salah...
Itu bukan anggur. Namanya leunca. 🌿
Di beberapa daerah, leunca juga dikenal dengan nama ranti. Dalam ilmu botani, tanaman ini dikenal sebagai Solanum americanum Mill.
Leunca termasuk keluarga Solanaceae, satu keluarga dengan tomat, terung, cabai, dan kentang.
Menariknya, tanaman kecil ini sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan tradisional di Indonesia.
🍇 Kenapa leunca terlihat seperti anggur mini?

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari leunca adalah buahnya yang berbentuk bulat kecil dan tumbuh bergerombol.
Saat masih muda, buahnya berwarna hijau. Setelah matang, warnanya berubah menjadi hitam atau biru kehitaman dengan permukaan mengilap.
Ukurannya memang sangat kecil, umumnya hanya sekitar 0,5–1 cm.
Itulah sebabnya kalau melihatnya sekilas, kita bisa saja berpikir:
"Lho, iki anggur opo kok cilik banget?" 😄
Padahal, memang seperti itulah bentuk alami buah leunca.
🌱 Leunca ternyata sudah lama menjadi pangan lokal
Leunca bukan sekadar tanaman liar yang kebetulan menghasilkan buah kecil.
Di Indonesia, terutama dalam tradisi kuliner Jawa Barat, buah dan daun muda leunca dimanfaatkan sebagai sayuran.
Leunca dapat digunakan sebagai lalapan maupun dimasak. Salah satu olahan yang cukup dikenal adalah leunca yang dimasak bersama oncom.
Hal ini menunjukkan bahwa tanaman lokal yang terlihat sederhana ternyata memiliki tempat tersendiri dalam budaya pangan masyarakat Indonesia.
🔬 Apa saja kandungan gizi leunca?
Nah, bagian ini yang menarik.
Berdasarkan data komposisi pangan yang dihimpun PROSEA, dalam 100 gram bagian buah hijau yang dapat dimakan, leunca memiliki kandungan sebagai berikut:

Catatan: Angka di atas merupakan data dari sumber literatur.
Kandungan zat gizi pada tanaman dapat berbeda tergantung varietas, kondisi tanah, tingkat kematangan, dan pengolahan.
🧪 Leunca juga diteliti secara ilmiah
Leunca ternyata bukan hanya menarik dari sisi kuliner. Tanaman ini juga menjadi objek penelitian.
Salah satu penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mempelajari pertumbuhan serta kadar alkaloid pada tanaman leunca dengan beberapa tingkat pemberian nitrogen.
Penelitian tersebut menggunakan perlakuan nitrogen 0, 60, 120, dan 180 kg N/ha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 180 kg N/ha menghasilkan produktivitas buah tertinggi, yaitu sekitar 18.445 kg/ha pada kondisi penelitian tersebut.
Penelitian itu juga menunjukkan adanya perbedaan kadar alkaloid pada tanaman berdasarkan perlakuan nitrogen.
Artinya, komposisi tanaman tidak selalu sama dan dapat dipengaruhi oleh kondisi pertumbuhannya.
🫐 Bagaimana dengan kandungan antioksidannya?
Penelitian lain terhadap buah matang Solanum americanum menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography) untuk menganalisis berbagai senyawa yang terdapat di dalamnya.
Penelitian tersebut menemukan adanya trans-resveratrol pada bagian daging dan kulit buah.
Pada sampel yang diteliti, rata-rata kandungannya sekitar:
• 1,07 µg/g pada daging buah
• 0,796 µg/g pada kulit buah
Penelitian tersebut juga melaporkan adanya antosianin dan aktivitas antioksidan pada buah matang.
Namun, penting untuk dipahami:
Ditemukannya suatu senyawa dalam bahan pangan tidak otomatis berarti bahan tersebut dapat mengobati penyakit tertentu.
Penelitian mengenai kandungan senyawa bioaktif merupakan dasar untuk memahami potensi suatu tanaman, bukan berarti leunca dapat digunakan sebagai pengganti obat atau terapi medis.
⚠️ Jangan sembarangan memakan buah yang mirip leunca
Ini bagian yang penting.
Leunca termasuk dalam genus Solanum. Kelompok tanaman ini memiliki berbagai spesies dengan karakteristik dan kandungan senyawa yang berbeda.
Karena itu, jangan langsung memakan tanaman liar hanya karena bentuk buahnya terlihat seperti leunca.
Jika menemukan tanaman dengan buah kecil berwarna hijau atau hitam di alam, pastikan terlebih dahulu identitas tanamannya.
Apalagi jika kita tidak mengetahui asal tanaman tersebut.
Kenali tanamannya terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.
🌿 Jadi, apa manfaat leunca?
Daripada mengatakan bahwa leunca dapat menyembuhkan berbagai penyakit, lebih tepat jika kita melihatnya sebagai bahan pangan lokal yang memiliki kandungan zat gizi dan berbagai senyawa alami yang menarik untuk dipelajari.
Data penelitian menunjukkan adanya kandungan seperti vitamin C, mineral, karotenoid, antosianin, dan berbagai senyawa fitokimia.
Leunca juga menjadi contoh bahwa pangan lokal Indonesia memiliki keragaman yang sangat luas.
Kadang kita justru terlalu sibuk mencari makanan dari luar, sampai lupa bahwa di sekitar kita terdapat begitu banyak tanaman pangan yang sudah dimanfaatkan secara turun-temurun.
🍃 Kesimpulan
Buah kecil berwarna hitam yang sekilas terlihat seperti anggur mini adalah leunca (Solanum americanum).
Ukurannya memang kecil, tetapi cerita di baliknya cukup besar.
Leunca telah lama dimanfaatkan sebagai pangan tradisional dan memiliki kandungan zat gizi serta senyawa bioaktif yang menarik untuk diteliti.
Yang paling penting, kita tidak perlu buru-buru menganggap tanaman lokal sebagai tanaman biasa atau sekadar gulma.
Kenali, pelajari, dan manfaatkan dengan bijak.
Karena bisa jadi, sesuatu yang terlihat sederhana di sekitar kita ternyata menyimpan kekayaan pangan yang luar biasa. 🌱
📚 Referensi
1. PROSEA – Plant Resources of South-East Asia. Solanum americanum dan data komposisi gizinya.
2. Institut Pertanian Bogor (IPB). Penelitian mengenai pertumbuhan dan kadar alkaloid tanaman leunca.
3. PubMed. Penelitian mengenai kandungan trans-resveratrol, antosianin, dan aktivitas antioksidan pada Solanum americanum.
4. Penelitian etnobotani mengenai pemanfaatan leunca sebagai pangan lokal di Jawa Barat.
